Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, DP3A Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua di Sukamulya


Tangerang, iGlobal.id — Membangun sekolah yang aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan penguatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan yang digelar di SD Negeri Parahu 1, Kecamatan Sukamulya, Selasa (06/10/2026).


Kegiatan dihadiri oleh Tim Kerja DP3A Kabupaten Tangerang Hj. Siti Wakhdah, S.H., M.I.P, IPDA Reza Aulia Rahman dari Densus 88 Mabes Polri, Pengawas SD Kecamatan Sukamulya Dede Tri Guntoro, M.Pd., Ketua K3S Kecamatan Sukamulya Ahmad Satiri, S.Pd., para kepala sekolah se-Kecamatan Sukamulya, serta guru yang ditugaskan sebagai Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).


Kegiatan dibuka oleh Pengawas SD Kecamatan Sukamulya Dede Tri Guntoro. Dalam sambutannya, ia mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing.


Hj. Siti Wakhdah, S.H., M.I.P. dalam pemaparan materi menyatakan bahwa Sekolah aman dan nyaman bukan sekadar bebas dari kekerasan fisik. Namun anak juga perlu mendapatkan perlindungan secara psikologis, sosial, dan digital. Bentuk kekerasan yang perlu dikenali meliputi kekerasan fisik, psikologis, seksual, penelantaran, hingga kekerasan melalui media digital.


Ia menekankan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang tidak diinginkan, dilakukan berulang atau berpotensi berulang, dan melibatkan ketimpangan kekuatan atau posisi. Karena itu, sekolah perlu membangun budaya yang mencegah perundungan sekaligus memastikan setiap pengaduan anak ditanggapi secara serius.


Guru memiliki peran sebagai pendidik, pelindung, pembimbing, dan teladan. Sementara orang tua menjadi lingkungan perlindungan pertama bagi anak. Keduanya perlu membangun komunikasi empatik, memberikan ruang bagi anak untuk bercerita, serta menghindari sikap menyalahkan atau menghakimi.


Dalam penanganan ketika anak mengadu, materi DP3A menekankan prinsip “dengarkan, percayai, lindungi, catat, dan rujuk.” Keselamatan anak harus menjadi prioritas, sementara penanganan selanjutnya dilakukan sesuai prosedur dan kewenangan yang berlaku.


Pencegahan juga tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi satu kali. Sekolah perlu memiliki aturan anti-kekerasan, kanal pengaduan yang aman dan ramah anak, pengawasan di area rawan, pendidikan empati dan pengelolaan emosi, serta komunikasi yang kuat dengan keluarga.


Melalui kegiatan ini, para guru dan TPPK diharapkan membawa pemahaman tersebut ke sekolah masing-masing sehingga upaya menciptakan sekolah aman, nyaman, dan ramah anak dapat dilakukan secara nyata dan berkelanjutan di Kecamatan Sukamulya.




Source : Asep Sopian

Editor : Ahyudin

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  •  Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, DP3A Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua di Sukamulya
  •  Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, DP3A Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua di Sukamulya
  •  Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, DP3A Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua di Sukamulya
  •  Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, DP3A Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua di Sukamulya
  •  Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, DP3A Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua di Sukamulya
  •  Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, DP3A Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua di Sukamulya
Iklan
Iklan