Warga Kampung Pekong Balaraja Keluhkan Debu Proyek Jalan Mangkrak, Khawatir Picu ISPA
Tangerang, iGlobal.id – Warga Kampung Pekong RT 005/002, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan debu putih yang berasal dari proyek pekerjaan jalan desa yang mangkrak. Proyek yang telah lama terbengkalai tersebut menimbulkan dampak serius bagi warga sekitar, terutama saat musim kemarau panjang seperti sekarang ini. Keluhan ini disampaikan warga pada Sabtu (12/9/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pekerjaan jalan tersebut baru sampai tahap pengecoran dasar. Rencananya, jalan tersebut akan dipasang paving blok. Namun, setelah pengecoran dasar selesai, tidak ada tanda-tanda kelanjutan pekerjaan. Jalan pun menjadi tidak terurus dan menimbulkan debu abu putih yang beterbangan tertiup angin. Debu tersebut masuk ke rumah-rumah warga, membuat kotor, dan dikhawatirkan menjadi sumber penyakit, terutama batuk dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Jajang, seorang warga setempat, menuturkan bahwa debu yang berterbangan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. "Debu ini sangat mengganggu, apalagi ketika ada kendaraan yang melintas. Warga ada yang mengalami batuk dan pilek, kami khawatir ini bisa menyebabkan penyakit kepada anak-anak," ujarnya.
Warga mengaku telah berupaya melakukan penyiraman jalan, tetapi upaya tersebut hanya dilakukan satu kali selama pekerjaan berlangsung. Penyiraman itu pun tidak menjadi solusi karena jalan cepat kering dan debu kembali muncul. Warga pun merasa frustrasi karena keluhan mereka seolah tidak mendapat perhatian.
Warga berharap pihak pelaksana proyek dan pemerintah daerah setempat segera memperhatikan persoalan ini. Mereka mendesak agar perbaikan ruas jalan paving blok di desa tersebut dapat dilanjutkan dan diselesaikan secara efektif. Dengan demikian, perbaikan jalan tetap berjalan, sementara kenyamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pemerintah desa terkait penyebab mangkraknya pekerjaan jalan tersebut dan kapan perbaikan akan dilanjutkan.
(Sartana)
