Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Desa Satu Kebersamaan! Maulid di Kalang Serang Jadi Bukti Warga Patrasana–Renged Kompak



TANGERANG, iGlobal.id – Batas wilayah desa ternyata bukan penghalang bagi warga untuk bersatu. Hal itu terlihat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H yang digelar di Mushola Al Huda, wilayah Kalang Serang/Renged–Patrasana, Minggu (13/9/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut disambut antusias masyarakat. Warga dari Desa Patrasana dan Desa Renged tampak membaur dalam satu majelis untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Perayaan Maulid yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu juga menjadi momentum kebersamaan bagi masyarakat di wilayah yang berada di perbatasan kedua desa tersebut.


Meski sempat mengalami kendala akibat padamnya aliran listrik, situasi tersebut tidak sampai mengganggu jalannya acara. Listrik hanya padam selama beberapa menit dan setelah kembali menyala, seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan hingga selesai.


Diawali Tawasul, Sholawat hingga Qasidah

Rangkaian acara dipandu oleh MC Bapak Sakruri, kemudian diawali dengan tawasul yang dipimpin Ust. Sam’udin.

Suasana semakin khidmat ketika jamaah mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan Ust. Nasrullah, dilanjutkan dengan sholawat dan marhaban yang diisi Ust. Mu’id, Ust. Sihabul Ulum, Ust. Ma’mun, Anharudin dan Ust. Saepudin.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tim Qasidah yang menambah semarak suasana peringatan Maulid Nabi.


Dua Kepala Desa Kompak Bicara Kebersamaan

Dalam sesi sambutan, Ketua Panitia Bapak Khanap menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah memberikan dukungan, bantuan dan partisipasi sehingga kegiatan dapat terlaksana.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan, baik dari sisi tempat maupun jamuan yang diberikan kepada para tamu dan jamaah.


Sambutan berikutnya disampaikan Ketua DKM Bapak Hasyim, perwakilan tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Patrasana M. Sobri dan Kepala Desa Renged Wawan.


Kepala Desa Patrasana M. Sobri memberikan apresiasi terhadap kekompakan warga Kalang Serang yang mampu menyatukan masyarakat dari dua wilayah desa.

Menurutnya, meskipun secara administratif berada di wilayah yang berbeda, masyarakat Patrasana dan Renged tetap mampu menjaga kebersamaan.


"Saya sangat mengapresiasi kekompakan warga Kalang Serang. Walaupun berada di perbatasan Desa Patrasana dan Desa Renged, Alhamdulillah warga kedua desa sangat kompak."


Dalam kesempatan tersebut, Sobri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, baik secara pribadi, keluarga maupun sebagai Pemerintah Desa Patrasana apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan.

Ia juga menyinggung persoalan bantuan pemerintah yang masih menjadi perhatian masyarakat.


Menurut Sobri, pemerintah desa tentu memiliki keinginan agar seluruh warga yang berhak bisa mendapatkan bantuan. Namun, kewenangan pemerintah desa dalam penetapan penerima bantuan memiliki keterbatasan karena mekanisme dan penetapannya berada pada kewenangan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.


"Saya juga bersama Kepala Desa Renged inginnya semua warga mendapatkan bantuan. Namun apalah daya, kami hanya menjalankan kewenangan sebagai pemerintah desa. Selebihnya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat," ujarnya.


Senada dengan Sobri, Kepala Desa Renged Wawan juga mengapresiasi kekompakan masyarakat kedua desa.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dapat terus menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara masyarakat Desa Renged dan Desa Patrasana.


Tidak hanya menjadi ajang memperingati Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan para janda lanjut usia.


Santunan diberikan oleh panitia bersama kedua kepala desa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Momen tersebut turut mendapat sambutan hangat dari jamaah yang hadir.


Setelah rangkaian sambutan dan kegiatan lainnya, jamaah kembali dibuat khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ust. Abdul Mukti.

Lantunan ayat suci yang dibacakan dengan penuh penghayatan membuat suasana majelis semakin tenang dan khusyuk.



Memasuki acara inti, jamaah kemudian mengikuti tausiyah agama yang disampaikan KH. Gulamudin, M.Si.

Dalam ceramahnya, KH. Gulamudin mengangkat tema "Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW."


Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ringan dan diselingi humor, KH. Gulamudin mampu menarik perhatian jamaah. Pesan-pesan mengenai pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan masyarakat.


Antusiasme jamaah pun terlihat hingga ceramah berakhir.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ust. Sihabul Ulum.


Seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut akhirnya berlangsung lancar, tertib dan kondusif, meskipun sempat terkendala pemadaman listrik selama beberapa menit.


Lebih dari sekadar peringatan keagamaan, Maulid Nabi di Kalang Serang menjadi gambaran bahwa perbedaan batas administratif tidak menghalangi masyarakat Desa Patrasana dan Desa Renged untuk duduk bersama, bersholawat, berbagi dan mempererat persaudaraan.


Bejo

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dua Desa Satu Kebersamaan! Maulid di Kalang Serang Jadi Bukti Warga Patrasana–Renged Kompak
  • Dua Desa Satu Kebersamaan! Maulid di Kalang Serang Jadi Bukti Warga Patrasana–Renged Kompak
  • Dua Desa Satu Kebersamaan! Maulid di Kalang Serang Jadi Bukti Warga Patrasana–Renged Kompak
  • Dua Desa Satu Kebersamaan! Maulid di Kalang Serang Jadi Bukti Warga Patrasana–Renged Kompak
  • Dua Desa Satu Kebersamaan! Maulid di Kalang Serang Jadi Bukti Warga Patrasana–Renged Kompak
  • Dua Desa Satu Kebersamaan! Maulid di Kalang Serang Jadi Bukti Warga Patrasana–Renged Kompak
Iklan
Iklan