Proyek Pemeliharaan Gedung di Sukamulya Menuai Kontroversi, Diduga Berubah Jadi Pembangunan Tanpa Pengawasan
Tangerang, iGlobal.id – Proyek dengan judul "Pemeliharaan Gedung Kantor dan Gedung Arsip" di Kecamatan Sukamulya tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, terjadi kejanggalan antara informasi yang tertera di papan informasi publik dengan realitas di lapangan. Di papan proyek tertulis kegiatan pemeliharaan, namun fakta di lokasi menunjukkan aktivitas yang mengarah pada pembangunan baru, bukan sekadar perawatan .
Kegiatan yang dikerjakan oleh PT. Dirgham Saefulah Perkasa ini digelontorkan anggaran sebesar Rp489.450.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang. Proyek dengan nilai fantastis yang berasal dari uang pajak masyarakat ini dijadwalkan berlangsung selama 100 hari kalender .
Pengawasan Minim di Lokasi Proyek
Pantauan di lapangan mengungkapkan fakta memprihatinkan lainnya. Tidak terlihat adanya mandor maupun pengawas proyek di lokasi pengerjaan. Ketika awak media menanyakan keberadaan pengawas, para pekerja mengaku tidak mengetahui dan mengakui bahwa pihak pengawas jarang hadir ke lokasi .
"Saya tidak tahu, mereka jarang ke sini," ujar salah satu pekerja yang ditemui di lokasi proyek.
Berdasarkan keterangan pekerja lainnya, mandor proyek bernama I**ng disebut-sebut jarang terlihat di lapangan. Upaya media untuk mengonfirmasi hal ini kepada staf Kecamatan Sukamulya pun menemui jalan buntu. Seorang staf yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak pernah menerima laporan terkait proyek tersebut.
"Belum pernah ada yang menghadap atau melapor ke saya mengenai pembangunan ini," ujar staf tersebut dengan nada tertutup .
Tudingan Pembiaran dan Potensi Penyimpangan
Kondisi ini memicu kekecewaan dari masyarakat yang mengaku sebagai sosial kontrol. Mereka menyayangkan proyek senilai hampir setengah miliar rupiah yang bersumber dari pajak rakyat seolah berjalan tanpa pengawasan yang memadai .
Yang lebih memprihatinkan lagi, para staf dan pegawai di lingkungan kecamatan terkesan menutup mata dan enggan memberikan informasi terkait proyek tersebut. Tidak ada satu pun pihak yang bisa dihubungi untuk memberikan klarifikasi hingga berita ini diterbitkan .
Media masih membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait, terutama PT. Dirgham Saefulah Perkasa dan Pemerintah Kecamatan Sukamulya, sebelum kasus ini ditindaklanjuti lebih lanjut. Masyarakat berharap ada kejelasan mengenai alokasi anggaran dan pengawasan proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang ini .
(*/Red)
