Disambut Positif Kades Merak, 10 Mahasiswa IAI ASA Siap Jalankan Misi KKN
TANGERANG, iGlobal.ID – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Lebih dari itu, mereka dituntut mampu berbaur dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut yang hendak dilakukan sekitar 10 mahasiswa Institut Agama Islam Al-Jihad Shalahuddin Al-Ayyubi (IAI ASA) yang akan melaksanakan KKN di Desa Merak, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
Para mahasiswa datang ke Desa Merak pada Minggu (9/8/2026) untuk menyampaikan maksud kedatangan sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan KKN yang direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Rombongan diterima oleh Kepala Desa Merak, Muhammad Agus. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama berada di tengah masyarakat.
Ketua kelompok KKN, Sihabuddin, mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah desa. Kedatangan kali ini sekaligus untuk memastikan izin serta mengatur teknis dan jadwal kegiatan.
“Sebelumnya kami sudah meminta izin kepada kepala desa. Sekarang kami memastikan sekaligus mengatur jadwal. Alhamdulillah, kepala desa memberikan respons yang baik dan memberikan izin kepada kami,” ujar Sihabuddin kepada awak media.
Ia mengapresiasi sikap Kepala Desa Merak yang dinilainya responsif dan terbuka terhadap kehadiran mahasiswa. Menurutnya, sambutan positif tersebut menjadi dorongan bagi kelompoknya untuk menjalankan program KKN dengan baik.
“Kami mengapresiasi Pak Kepala Desa yang responsif dan humble. Masyarakat sekitar juga sangat welcome terhadap kedatangan kami,” ungkapnya.
Dari Mengajar hingga Turun ke Posyandu
Sihabuddin menjelaskan, program KKN yang dipersiapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan kampus. Sejumlah kegiatan sosial akan menjadi fokus utama selama mereka berada di Desa Merak.
Di bidang pendidikan, mahasiswa akan memberikan pembelajaran kepada anak-anak, baik terkait pendidikan agama maupun pendidikan umum.
Mereka juga akan berupaya terlibat dalam kegiatan kesehatan masyarakat melalui Posyandu, serta ikut ambil bagian dalam berbagai agenda masyarakat, termasuk kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan kegiatan Maulidan.
“Kegiatan kami lebih mengarah ke sosial. Pertama, kami akan mengajar anak-anak pendidikan agama serta umum. Kemudian ikut kegiatan bidang kesehatan seperti Posyandu, acara Agustusan serta Maulidan,” papar Sihabuddin.
Tak hanya menjalankan program yang telah disiapkan, kelompok mahasiswa tersebut juga membuka ruang untuk terlibat dalam kegiatan lain yang berkaitan dengan kepentingan desa.
“Kalau ada kegiatan lain yang berkaitan dengan desa, kami akan berkoordinasi dengan kepala desa,” tambahnya.
Datang di Tengah Semarak Agustusan
Kedatangan mahasiswa KKN tersebut juga berlangsung di tengah suasana Desa Merak yang sedang disibukkan dengan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk langsung melihat aktivitas masyarakat sekaligus mulai membangun komunikasi dengan warga sebelum menjalankan program KKN secara penuh.
Dengan masa pengabdian sekitar satu bulan, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menciptakan interaksi dua arah. Mahasiswa tidak hanya membawa program dari kampus, tetapi juga dapat menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat selama berada di Desa Merak.
Sementara bagi pemerintah desa dan masyarakat, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kegiatan pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
KKN pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Desa Merak.
Bejo
