PB JAGARA Apresiasi Ketegasan Kepala BNN RI Komjen Suyudi, Siap Kawal Indonesia Emas 2045 Tanpa Narkoba
BOGOR, iGlobal.ID – Pengurus Besar Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (PB JAGARA) memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Suyudi Ario Seto atas langkah progresif dan tegas yang diambil dalam pemberantasan narkoba. Apresiasi ini disampaikan menyusul pernyataan Komjen Suyudi yang menegaskan kesiapan BNN RI untuk berada di garis depan mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto di bidang pemberantasan narkotika.
Ketua Umum PB JAGARA, Deden Adlan Rifa’i, menilai komitmen tersebut patut mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa khususnya anak anak Muda. Adlan menyatakan langkah tegas dan progresif yang ditunjukkan Komjen Suyudi sebagai garda terdepan dalam pemberantasan narkoba adalah sebuah keniscayaan yang patut diapresiasi. Menurutnya, di tengah ancaman narkoba yang semakin masif dan terstruktur, kehadiran pemimpin yang berani dan berkomitmen seperti Komjen Suyudi menjadi faktor krusial dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa. “PB JAGARA melihat bahwa Kepala BNN RI telah menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada masa depan Indonesia. Ini adalah energi positif yang harus kita kawal bersama,” tegas Adlan dalam keterangan persnya, Sabtu (25/7/2025).
Pernyataan tegas dari Komjen Suyudi tersebut disampaikan saat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar di kawasan Lido, Bogor, pada Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan itu, Suyudi mengukuhkan posisi BNN sebagai institusi yang adaptif dan siap berkolaborasi dengan berbagai lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk memerangi peredaran gelap narkoba. Ia menegaskan bahwa transformasi BNN menjadi institusi yang profesional, modern, humanis, dan tepercaya terus digalakkan.
“BNN RI siap berada di garis depan mengawal kebijakan Bapak Presiden, memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, serta terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, modern, adaptif, humanis, dan tepercaya,” ujar Suyudi di hadapan para pejabat dan pemangku kepentingan yang hadir.
Lebih lanjut, Komjen Suyudi menegaskan komitmen BNN untuk meningkatkan seluruh daya upaya dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Dia memastikan bahwa setiap langkah yang diambil akan dilakukan secara tegas, profesional, terukur, dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai salah satu prioritas nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Suyudi mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba bukanlah sekadar agenda penegakan hukum, melainkan fondasi utama untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Menurutnya, upaya ini merupakan bagian integral dari strategi mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Dengan dukungan serta sinergi seluruh komponen bangsa, kami meyakini Indonesia mampu membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, kuat, dan berdaya saing tinggi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Ketua Umum PB JAGARA, Deden Adlan Rifa’i, kembali menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam memenangkan perang melawan narkoba. Ia menilai pernyataan Komjen Suyudi tentang kolaborasi nasional dan internasional harus segera diimplementasikan dalam aksi nyata di lapangan. “Apresiasi kami bukan sekadar formalitas. Kami mendorong agar seluruh program pemberantasan narkoba benar-benar menyentuh akar rumput dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Adlan.
Peringatan HANI 2026 yang mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi momentum bagi BNN untuk memperkuat pendekatan holistik dalam menangani persoalan narkoba. Mulai dari pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, hingga pemulihan bagi para korban penyalahgunaan narkotika, semua dilakukan secara terpadu. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, pemangku kepentingan, serta berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan komitmen bersama.
Dalam pidatonya, Komjen Suyudi mengingatkan bahwa Indonesia tengah berada pada fase yang sangat menentukan dalam menyiapkan generasi emas. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang digalakkan melalui program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga pelatihan vokasi, harus diiringi dengan perlindungan maksimal dari ancaman narkoba. “Narkotika tidak hanya merampas kesehatan seseorang, narkotika merampas masa depan keluarga, merusak kualitas generasi dan akhirnya mengancam masa depan bangsa,” ucap Suyudi dengan tegas.
Menutup pernyataannya, Ketua Umum PB JAGARA, Deden Adlan Rifa’i, kembali menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal dan mendukung setiap kebijakan strategis yang dijalankan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi. Menurutnya, kepemimpinan yang tegas, visioner, dan berorientasi pada kolaborasi merupakan fondasi penting dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. JAGARA siap bersinergi dan menjadi mitra kritis bagi BNN dalam mewujudkan visi besar Presiden Prabowo,” pungkas Adlan.
